Random Thoughts about Cyberbullying

Nyaw Nyaw Nyaw

Tulisan kali ini terinspirasi oleh tulisan bang Alit: Internet Membuka Sisi Gelap Manusia

Yap, pertama gue akan menjelaskan tentang judul tulisan tersebut.

Seperti yang kita tahu, sekarang ini internet udah bukan lagi sesuatu yang dikategorikan “wah” atau “mewah”. Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan. Sayangnya gak semua orang memanfaatkan internet dengan benar. 

Sisi Gelap Manusia

Kelien smwa sucih akuh penuh dosyaachhh

Eh salah topik.

Yha guys, manusia emang gudangnya dosa. Tapi ya gausah ditambah-tambahin dengan ‘mempermalukan’ diri kalian di jagat internet.

Berdasarkan tulisan bang Alit tersebut, dia nemuin satu akun sosmed yang ngehina ibunya. 

Iya, ibunya. Bukan dia. 

Dia pribadi sudah kebal dengan macem cyberbullying gitu. 

Tapi karena yang dihina ibunya, (ya mana ada sih anak yang terima ibunya atau orangtuanya dihina) dia akhirnya mencari tahu tentang si pemilik akun tersebut.

Singkat cerita, disamperinlah itu orang yang tadi ngehina ibunya. 

Dan ternyata, setelah disamperin orang yang bersangkutan itu kicep. 

Well, well.

Seperti yang sudah dijelaskan bang Alit di blognya, orang-orang yang sukanya ngehina atau komen negatif di sosial media sebenernya mereka itu pengecut. 

Mereka hanya berani berlaku seperti itu di dunia maya. 

In real life, they are nothing.

Padahal, dampaknya juga cukup besar loh bagi pelaku ataupun korban cyberbullying tersebut. 

Kenapa gue bilang itu adalah cyberbullying?

Ini penjelasannya:

Cyberbullying is bullying that takes place using electronic technology. Electronic technology includes devices and equipment such as cell phones, computers, and tablets as well as communication tools including social media sites, text messages, chat, and websites. (stopbullying.gov)

Cyberbullying adalah bullying yang dilakukan melalui media elektronik berteknologi. Media elektronik yang dimaksud adalah peralatan dan perlengkapan seperti ponsel, komputer, dan tablet seperti alat komunikasi termasuk media sosial, pesan teks, chat, dan website. 

Jadi, kalau kalian ngata-ngatain di instagram orang atau nge-tweet tentang hal-hal negatif yang nyakitin orang lain, sebenarnya kalian itu melakukan cyberbullying. 

Gue ngutip masih dari sumber yang sama yaitu stopbullying.gov, kalo bullying sendiri punya dampak besar terhadap korban, pelaku, dan yang menyaksikan bullying tersebut.

Tapi disini gue hanya bahas korbannya saja. 

Untuk korban udah jelas ya, mereka bakal ngalamin masalah gangguan mental atau kejiwaan kaya depresi atau tertekan, masalah kesehatan fisik juga, menurunnya nilai akademik mereka di sekolah.

Cyberbullying dampaknya hampir sama seperti bullying. Bedanya perlakuannya melalui media yang gue sebutkan diatas. 

Orang yang  di bully melalui media sosial biasanya akan mengalami krisis percaya diri secara tidak langsung. Selain itu korban akan mengalami perubahan pola makan dan tidur akibat rasa cemas. Yang lebih parahnya lagi, sekarang sudah banyak kasus seperti bunuh diri akibat di bully di media sosial.

Walaupun mungkin bukan sepenuhnya salah ‘pembully‘ tersebut. Hanya saja, ada baiknya jika kita ingin menegur seseorang melalui media sosial akibat postingan mereka, bisa saja kan dengan kata-kata yang baik dan sopan serta membangun. Tidak harus menggunakan kata-kata kasar apalagi yang menjatuhkan. 

STOP BULLYING!

Image result for stop bullying
stop guys!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s